Written by Nasikin Sani
ROOT» Category: Jurnal Inersia
Published on 10 June 2013 Hits: 1248
Print

Insan Kamil

Department of Civil Engineering State Polytechnic of Samarinda

ABSTRACT

Recently, one of the biggest challenges in this century is climate change and global warming. The climate change effect has changed that condition from the regular season to be unpredictable season on the word, where the more extreme conditions such as heavy rain falls and droughts. So To find out and well understanding the physical phases of value of cohesion of soil and slope stability  due to water infiltration and rising water table in unsaturated soil, we make the several models to fine FoS due to variation of cohesion and variation of inclination by using software  Flac3d. And the result illustrated some of FoS in variation of total cohesion and variation of inclination angle for unsaturated condition.  Where, deviation of FoS from unsaturated condition to saturated condition has about 13% decreasing on inclination 35o and 16% on 40o

Keywords : climate change, unsaturated soil, cohesion, slope stability, infiltration  and rising water table,  Flac3

DOWNLOAD

 
Written by Nasikin Sani
ROOT» Category: Jurnal Inersia
Published on 10 June 2013 Hits: 1462
Print

Daru Purbaningtyas

Staff Pengajar Politeknik Negeri Samarinda

Jurusan teknik Sipil


Intisari

Jalan P. Suryanata merupakan ruas jalan yang padat lalu lintas dengan perkembangan perekonomian dan pemukiman yang cukup pesat. Salah satu jalan penghubung Kota Samarinda dan Tenggarong dan beberapa kawasan tambang di sekitarnya. Saat terjadi hujan yang deras terutama bila bersamaan dengan pasang sungai, genangan banjir muncul di beberapa titik. Dalam situasi yang parah, genangan ini dapat melumpuhkan kegiatan perekonomian dan mengganggu kesehatan. Maka, kemampuan saluran drainase untuk menampung debit banjir di kawasan ini perlu ditinjau karena merupakan hal utama dalam pencegahan terjadinya genangan.Analisa diawali dengan pendataan peta topografi, tata guna lahan, genangan tertinggi, kondisi saluran dan sungai serta kependudukan. Dilanjutkan dengan perhitungan hidrologi untuk hujan rencana yang menghasilkan debit banjir kawasan dan debit buangan rumah tangga (penduduk). Keluaran debit ini digunakan untuk menghitung penampang saluran yang diperlukan. Dimensi saluran hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan penampang saluran eksisting termasuk kondisi sedimentasinya.  Hasil perhitungan menunjukkan bahwa secara umum penampang saluran yang ada tidak mencukupi. Maka upaya yang dapat dilakukan adalah meminimalisasi perubahan tata guna lahan dan penghijauan, memperbesar saluran dan mengoptimalkan kapasitas sungai  yang ada dengan penyadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, serta melakukan studi perencanaan tampungan air sementara (retarding basin).

Kata kunci : dimensi saluran, kapasitas saluran, pencegahan banji, saluran drainase

DOWNLOAD

 
Written by Nasikin Sani
ROOT» Category: Jurnal Inersia
Published on 10 June 2013 Hits: 1444
Print

Oleh :

SSN. Banjarsanti

Staf Pengajar Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda

Anggota HATHI Cabang Kalimantan Timur

RINGKASAN


Sungai Sempaja yang telah dinormalisasi dalamrangka meningkatkan kapasitas pengaliran Sungainya, saat ini sudah terlampaui oleh  debit banjir yang ada, sehingga debit banjir  melimpas ke badan jalan.  Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan penanganan banjir, salah satunya adalah dengan pembuatan boezem yang dilengkapi pintu otomatis.  Boezem disini berfungsi untuk menampung sementara sisa debit banjir yang masih meluap akibat limpasan curah hujan ketika air sungai pasang dan melepas atau membuang debit ketika air sungai  sudah surut. Untuk mengatur pembuangan debit banjir tersebut, pada bagian inlet boezem dilengkapi spillway yang akan berfungsi untuk menampung kapasitas debit banjir maksimum.  Untuk mengetahui efektifitas dari boezem dalam menampung sementara debit banjir (sebagai parkir air sementara) maka perlu dianalisis panjang mercu inlet boezem dengan dasar analisis pelimpah samping (side spillway) dengan Metode Bilangan yang dikembangkan oleh De Marchi.  Sedangkan dibagian outlet boezem dilengkapi pintu air otomatis dengan memanfaatkan tenaga pasang surut air, yang berfungsi  mengatur sistem pembuangan atau pengeluaran debit banjir dari boezem ke sungai.  Guna mengetahui efektifitas dari pintu boezem tersebut maka harus dianalisis lebar efektif pintu outletnya, jumlah pintu, lebar 1 unit pintu dan ketinggian bukaan pintu.  Dalam analisis efektifitas pintu untuk membuang debit banjir yang ada, diperlukan analisis ketinggian pasang surut air sungai yaitu perbedaan tinggi muka air di hulu dan hilir pintu.  Dimana ketinggian ini sebagai penentu sistem gerakan pintu klep otomatis berdasarkan gaya-gaya yang bekerja pada pintu yang menyebabkan pintu membuka dan menutup sesuai fluktuasi air.


Kata kunci :  debit banjir rancangan, boezem dan pintu otomatis, efektifitas pintu

DOWNLOAD

 
Written by Nasikin Sani
ROOT» Category: Jurnal Inersia
Published on 10 June 2013 Hits: 1432
Print

Kukuh Prihatin

Staff Pengajar Politeknik Negeri Samarinda

Jurusan teknik Sipil


ABSTRACT


Land development with reclamation embankment requires material that has fulfill prerequisite of granuler gradation in the form of 80% minimal sand and 20% maximum silt-clay, and another prerequisite is embankment compaction. The reclamation implementer on site that is generally want to know the embankment material fast and easily is just one of  density tests for example California Bearing Ratio (CBR), could be knew the other density parameters, that is dry unit weight  (gd), void ratio (e) dan porosity (n)  with assumption saturated. 
This research is carried out by means of laboratory test for using sand (passing no. 10 or 2 mm diameter)  picked  up from Sungai Mahakam Samarinda and silt-clay (passing no. 200 or 0,075 mm diameter) are taken from Gunung Lipan Samarinda. Sampel are made  5 variations with sand and silt-clay composition are 100% : 0%, 95% : 5%, 90% : 10%, 85% : 15%, 80% : 20% . Then,  material are tested  Modified Proctor compaction with 25 sampels (5 variations x 5 sampel/variation). The next step is a soaked CBR test as much 25 sampels with observing  swelling up to  four days . The last step is test of volumetric-gravimetri with 25 sampels.
The result of this research indicates that the greader CBR so the greader dry unit weight  (gd), the less  void ratio (e) and porosity (n), and on the reverse. The biggest of  gd value is obtained  from  85% sand and 15% silt-clay with a soaked CBR  is 16,61%. The result of this research are explained  that linier regresi equation related to soaked CBR with  fisis parameters are dry unit weight, CBR = 16,308. γd – 13,898 ;  void ratio, CBR = -42,341. e + 32,877  and  porosity, CBR = -85,273. n + 40,291. The equation between parameters is valid whenever it is used for the Samarinda’s local material with 80% minimum sand and 20% maximum silt-clay compositions.


Keywords : embankment, local material, CBR soaked, fisis parameter

DOWNLOAD

 
Written by Nasikin Sani
ROOT» Category: Jurnal Inersia
Published on 10 June 2013 Hits: 1486
Print

M. SalmaniStaff Pengajar

Politeknik Negeri Samarinda

Jurusan teknik Sipilemail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak:

Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di perkotaan.Untuk mengetahui bagaimana tingkat kinerja suatu ruas jalan perlu dilakukan survei terhadap geometrik maupun lalu lintas kendaraan yang melintasinya agar dapat mendeteksi tingkat pelayanan dan keperluan penanganan  solusi bagi jalan yang diamati, untuk itu telah dilakukan pada ruas jalan Slamet Riyadi Samarinda. Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, pada ruas jalan tersebut arah pergerakan (dari luar kota- menuju dalam kota) didapat Derajat Kejenuhan (DS) = 1,26 dengan volume lalu-lintas 2067,10 smp/jam untuk pagi hari, sedangkan siang hari Derajat Kejenuhan = 1,62 dengan volume lalu-lintas 2664,80 smp/jam, sedangkan untuk arah pergerakan sebaliknya (dari dalam kota - menuju luar kota) didapat Derajat Kejenuhan = 1,62 dengan volume lalu-lintas 2662,50 smp/jam untuk pagi hari, sedangkan siang hari Derajat Kejenuhan = 1,18 dengan volume lalu-lintas 1938,85 smp/jam.Berdasarkan hasil tersebut dengan Drajat kejenuhan (DS) > 1,00. Jadi tingkat pelayanan adalah F dimana pada ruas jalan tersebut: Arus dipaksakan atau macet; Kecepatan rendah; Volume diatas kapasitas, antrian panjang dan terjadi hambatan-hambatan yang besar.Kata

Kunci:  Drajat kejenuhan, Kinerja jalan, Kapasitas jalan.

DOWNLOAD

 

Page 1 of 2

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.