Written by Nasikin Sani
Jurnal Inersia Category: VOL. 08 Nomor 2, September 2016
Published on 27 December 2016 Hits: 568
Print

ARRANGEMENT OF BEJI KALER WATER SPRINGS WITH SUSTAINABLE OF TRADITIONAL BALINESE ARCHITECTURE CONCEPT

I Gst. Lanang M Parwita

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

I Wayan Arya

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

I Gede Sastra Wibawa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

Made Sudiarsa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali


INTISARI

Keberadaan mata air bagi masyarakat Hindu di Bali mempunyai makna yang sangat penting disamping sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari juga mempunyai makna yang sangat penting yaitu sebagai air suci (tirta) dalam kegiatan upacara keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pola penataan  mata air Beji Kaler  sesuai corak masyarakat Desa Ababi dengan mengaplikasikan bangunan berlandaskan konsep arsitektur tradisional Bali yang berkelanjutan.

Metode yang dilakukan dalam  penelitian ini dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta tokoh dan masyarakat setempat serta kajian literatur. Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan desain penataan  bangunan dengan filosofi desain arsitektur tradisional Bali yang sudah ada di masyarakat serta dengan pemakaian bahan-bahan yang ada di sekitar wilayah mata air tersebut.  Pola penataan dengan mengadopsi nilai-nilai yang sudah tertanam di masyarakat serta dengan pemakaian material bangunan yang ada di sekitar lokasi menjadikan pola penataan yang dilakukan menyatu dengan semua unsur baik lingkungan, masyarakat serta pola tradsis yang sudah berkembang di wilayah setempat.

Pola penataan yang dibutuhkan dalam penataan mata air Beji Kaler adalah pembuatan Tembok keliling (Penyengker), Bangunan Piasan dan Candi Bentar dengan material batu padas hitam Besakih.

Kata kunci: Mata air Beji Kaler, Arsitektur tradisional berkelanjutan

ABSTRACT

 

7

The existence of springs for the Hindu community in Bali has a very important significance as well as a source of water for daily use also has a very important significance as holy water (Tirta) in the activities of religious ceremonies. The purpose of this study is to formulate the arrangement of Beji Kaler spring water by applying traditional Balinese architecture based on the concept of sustainability.

 

52

The method used in this study by direct observation to the field, coordinating with relevant agencies as well as the leaders and the local community as well as the review of the literature. From studies carried out showed that societies need design the arrangement of buildings with traditional Balinese architecture design philosophy that already exist in the community as well as with the use of materials in the area around the spring. The pattern of the arrangement by adopting values that are embedded in the community and with the use of building materials that exist around the site which make the good arrangement patterns with all elements of the environment, society and traditional pattern that has developed in the local area.

The arrangements which are needed in the arrangement of springs Beji Kaler is the building of roving Wall (Penyengker), Building Piasan and Bentar temple with black rocks Besakih material.


Keywords : Beji Kaler spring water, sustainable traditional Architecture

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.