Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL Category: VOL. 10 Nomor 2, DESEMBER 2010
Published on 07 March 2012 Hits: 2714
Print

Nanik Astuti Rahman* dan Harimbi Setyawati

(Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Nasional Malang)

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Kulit pisang yang selama ini kita biarkan terbuang begitu saja ternyata mengandung unsur kimia yang baik untuk pupuk. Pupuk cair organik dapat memperbaiki sifat fisika tanah yaitu memperbaiki struktur tanah yang awalnya padat menjadi gembur dan menyediakan ruang dalam tanah untuk air dan udara. Selain dapat memperbaiki sifat fisik tanah, pupuk cair organik juga dapat bermanfaat untuk memperbaiki sifat kimia tanah. Sifat kimia tanah terutama terkait dengan unsur hara yang terkandung dalam tanah. Tahapan   dalam penelitian ini : kulit pisang dicacah kemudian dimasukkan kedalam kolom fermentor bersamaan dengan penambahan air, bakteri serta sumber Karbon  dan  lama  fermentasi  yang  telah  ditentukan.  Kemudian  disaring  untuk mendapatkan pupuk cair setelah itu dianalisa. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Variabel tetap dan variabel berubah. Untuk variabel tetap yang digunakan adalah massa kulit pisang  500 g, bakteri  EM-4 sebanyak 100 mL, air 500 mL, serta sumber karbon 50 g, sedangkan untuk variabel berubahnya adalah sumber karbon (gula pasir, gula jawa, tetes), lama fermentasi 6, 8, 10, 12, 14 hari. Hasil penelitian didapatkan pupuk cair yang paling bagus adalah dengan penggunaan sumber Karbon dari tetes serta lama waktu fermentasi adalah 14 hari dengan hasil % N adalah 3,745 %, P2O5  3,49 %, K2O 5,97 %.

Kata kunci : Kulit Pisang, Fermentasi, Pupuk Cair Organik

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.