Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL Category: VOL. 10 Nomor 2, DESEMBER 2010
Published on 07 March 2012 Hits: 2573
Print

Harjanto

Staf Pengajar Jurusan Teknik Kimia Polnes

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Spektrofotometri  serapan  atom  (SSA)  adalah  salah  satu  metode  analisa kuantitatif  untuk  penentuan  kadar  logam.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk mengetahui kinerja SSA pada setiap  panjang gelombang  resonansi besi.  Larutan standar besi dengan konsentrasi 0; 2; 4; 6; 8; 10; 15; 20;25; 30; 40; 50; 60; 70; 80; 90 dan 100 ppm diukur absorbansinya dengan spektofotometer Varian Spectra-220 pada 25 panjang gelombang resonansi besi. Panjang gelombang resonansi yang dapat digunakan untuk analisa besi adalah 248,3; 252,3; 271,9; 296,7;  302,1 ; 372,0; dan 386,0  nm dengan sensitivitas berturut-turut 0,0406; 0,0243; 0.0116; 0,0046; 0,0121; 0,0075; dan 0,0041 serta batas deteksi berturut-turut 0,0824; 0,1792; 0,0116; 0,0028; 0,0465; 0,0623;dan 0,2472 ppm. Untuk konsentrasi rendah dapat digunakan panjang gelombang 248,3; 252,3; 271,9; dan 302,1 nm, sedangkan panjang gelombang 296,7; 372,0; dan 386,0  nm dapat digunakan sampai konsentrasi tinggi. Panjang gelombang 259,9; 278,8; 281,3; 332,4; 334,6; 337,8;  352,1; 357,0; 363,2; 404,6 dan 438,4 nm, tidak dapat digunakan untuk analisa besi karena menghasilkan presisi yang rendah. Sedangkan panjang gelombang 344,1; 358,2; 373,7; 374,6; 382,1;382,6; dan 388,7 nm sebaiknya tidak digunakan karena sensitivitasnya rendah.

Kata kunci : Absorbansi, besi, panjang gelombang resonansi, sensitivitas dan SSA

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.