Written by up2m
TERBITAN JURNAL Category: VOL. 11 Nomor 1, JUNI 2011
Published on 05 March 2012 Hits: 4176
Print

Ainur Rofiq Nansur

Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Perkembangan yang pesat pada sistem tenaga listrik baik dalam ukuran dan kompleksitasnya  membutuhkan  rele  proteksi  yang  handal  untuk  memproteksi peralatan-peralatan listrik akibat gangguan. Over Current Relay (OCR) bekerja dengan membaca input berupa besaran arus kemudian membandingankan dengan nilai setting, apabila nilai arus yang terbaca oleh rele melebihi nilai setting, maka rele akan mengirim perintah trip (lepas) kepada Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) setelah tunda waktu yang diterapkan pada setting. OCR dengan karakteristik inverse sangat bermanfaat untuk mengamankan overload / beban lebih, karena bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus secara terbalik (inverse time), makin besar arus makin kecil waktu tundanya. Berdasarkan standar IEC ada 4 jenis inverse, yaitu:  standard inverse (SI),  very inverse (VI),  extreme  inverse  (EI),  long  time inverse (LTI), yang dapat dipilih sesuai dengan beban yang ingi n diamankan dari gangguan. Kombinasi antara neural network kedalam sistem logika fuzzy memungkinkan untuk melakukan pembelajaran dari sekumpulan data input – output sebelumnya yang telah didapatkan. Oleh karena itu, sebuah pendekatan berdasarkan logika fuzzy dan neural network dinamakan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan untuk mengembangkan pemodelan OCR pada proyek akhir ini, untuk mendapatkan kurva karakteristik inverse OCR sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kata kunci :Over Current Relay, karakteristik inverse, ANFIS, Circuit Breaker

DOWNLOAD

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.