Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL» Category: VOL. 11 Nomor 2, DESEMBER 2011
Published on 07 March 2012 Hits: 2617
Print

Karminto

Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Samarinda

Jl. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda Telp. 0541 260355

Email : karminto This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Kota Samarinda sebagai ibukota dari Provinsi Kalimantan Timur dengan tingkat kegiatan yang tinggi, tapi prasarana transportasi yang mendukung dan sikap berlalu lintas  pengguna  jalan  masih  kurang,  salah  satu  masalah  yang  di  hadapi  adalah kemacetan terutama di persimpangan akibat konflik pergerakan antar kendaraan yang datang tiap arah kaki simpang, maka dipasang lampu lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyesuaian waktu siklus sinyal lampu lalu lintas, menganalisa derajat kejenuhan, dan mengetahui perilaku lalu lintas seperti peluang antrian serta lama tundaan yang terjadi pada Simpang Air Hitam Samarinda. Perhitungan penelitian ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, pengambilan data primer berupa survai lalu lintas selama tiga hari pada jam-jam sibuk selama 21 jam berurutan  dalam  tiga  periode,  dan  data  sekunder  (dari  Dinas  Perhubungan  Kota Samarinda). Berdasarkan hasil analisis perhitungan lalu lintas pada Simpang Empat Air Hitam pada jam-jam sibuk, didapat perbedaan antara waktu siklus sinyal terpuncak di lapangan selama 171 detik  sedangkan waktu siklus terpuncak sesuai perhitungan selama 120 detik. nilai Derajat Kejenuhan (DS) rata-rata 0,86 e” yang disyaratkan 0.85, nilai kendaraan terhenti rata-rata pada simpang = 0,75 stop/smp dengan panjang antrian terpanjang saat jam-jam puncak yaitu 124 meter dan nilai tundaan simpang rata-rata saat jam-jam puncak yaitu = 45,32 (det/smp), kondisi demikian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan di persimpangan tersebut saat jam-jam puncak yaitu tingkat E dengan nilai (40.1 – 60.0).   Maka kondisi simpang saat ini pada jam-jam sibuk berada pada kondisi yang jelek.

Kata  kunci  :  Antrian,  derajat  kejenuhan,  kapasitas,  kinerja,  simpang  bersinyal, tundaan,arus

DOWNLOAD

 
Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL» Category: VOL. 11 Nomor 2, DESEMBER 2011
Published on 07 March 2012 Hits: 3888
Print

Muhammad Syahrir Syaripuddin

Dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda

Jl. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Proses  ekstraksi  minyak  alpukat  memiliki  beberapa  variasi  yang  akan menentukan  keefektifan  pengambilan  minyak. Ekstraksi  yang  efektif  akan menghasilkan minyak yang sebanyak-banyaknya dengan kualitas sebaik mungkin. Variabel yang mempengaruhi proses ekstraksi diantaranya adalah jenis pelarut, waktu ekstraksi, ukuran partikel, kecepatan pengadukan dan temperatur. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kecepatan pengadukan dan temperature optimum pada proses ekstraksi biji alpukat secara mixing extraction, serta menganalisa kualitas minyak yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Mixing extraction yang merupakan metode pemisahan komponen kimia yang dilakukan dengan cara merendam serbuk bahan dalam pelarut selama waktu tertentu yang dibantu dengan pengadukan  pada kecepatan pengadukan  tertentu.  Pengadukan akan membantu mengoptimalkan proses difusi komponen ke dalam pelarut sehingga jumlah komponen yang terpisah akan mencapai jumlah maksimum. Campuran serbuk bahan dengan pelarut  kemudian  dipisahkan  dengan  proses  penyaringan  kemudian  filtrat  akan didestilasi untuk memisahkan pelarut dari komponen yang diinginkan. Hasil optimum yang  diperoleh  dari  penelitian  adalah  pada  temperatur  75  0C  dengan  kecepatan pengadukan 468 rpm, bilangan asam 7,1270 mg KOH/g contoh, bilangan peroksida 7,7968 ml ekuivalen/1000 g contoh, bilangan penyabunan 32,87 mg KOH/g contoh dan bilangan iod 53,58 g iod/g contoh.

Kata kunci : Destilasi, difusi, ekstraksi, pengadukan, temperature.

 
Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL» Category: VOL. 11 Nomor 2, DESEMBER 2011
Published on 07 March 2012 Hits: 1928
Print

Rusda

Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda

Jl. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda Telp. 0541 260355

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Kestabilan sistem diartikan sebagai kemampuan sistem untuk kembali ke kondisi normal setelah terjadi gangguan. Analisis sistem daya yang dianalisis adalah kestabilan peralihan karena menyangkut gangguan yang besar dan tidak mungkin menggunakan proses  kelinearan.  Untuk  sistem  yang  besar  dengan  interkoneksi  di  dalamnya, gangguan pada salah satu titik bisa menyebabkan gangguan pada keseluruhan sistem. Supaya  kestabilan  bisa  terjaga,  maka  diperlukan  waktu  pemutusan  kritis  untuk melindungi  sistem  secara  keseluruhan  maupun  generator  secara  individu.  Untuk menganalisis pengaruh dari gangguan hubung singkat tiga fasa simetris terhadap kestabilan sistem  tenaga listrik multimesin  digunakan studi aliran daya,  admitansi reduksi dan penentuan waktu pemutusan kritis menggunakan metode Runge Kutta orde 4. Dengan melakukan simulasi menggunakan perangkat lunak Matlab akan dilihat unjuk kerja kestabilan suatu sistem tenaga listrik dengan contoh kasus sistem tenaga listrik Model Sistem sembilan   Bus 3 Mesin. Hasil simulasi berbagai titik gangguan pada saluran transmisi atau bus GI terlihat bahwa hubung singkat pada bus generator lebih berpotensi menyebabkan ketidak stabilan pada sistem.

Kata Kunci : Daya, interkoneksi, kestabilan, listrik, sistem, transmisi.

 
Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL» Category: VOL. 11 Nomor 2, DESEMBER 2011
Published on 07 March 2012 Hits: 2244
Print

 

Cornelius Sarri

Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Samarinda

Jl. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda Telp. 0541 260355

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Energi listrik merupakan kebutuhan penggerak roda ekonomi suatu bangsa. Demikian juga dengan Provinsi Kalimantan Timur komsumsi energi listrik setiap tahunnya meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi masayarakat. Oleh karena ini diperlukan suatu rencana penyediaan kebutuhan energi. Penyediaan kebutuhan energi dapat dilakukan dengan  peramalan  kebutuhan  energi jangka  panjang  agar  dapat  menggambarkan  kondisi kelistrikan saat ini dan akan datang. Peramalan kebutuhan energi listrik Provinsi Kalimantan Timur  dapat  dilakukan  dengan  menggunakan  jaringan  syaraf  tiruan  dengan  metode bacpropagation.  Peramalan kebutuhan energi dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan dipengaruhi oleh kondisi sistem pembangkit, sistem distribusi tenaga listrik, kosumsi energi listrik, faktor ekonomi, faktor kependudukan dan rasio elektrifikasi. Data yang digunakan untuk Simulasi adalah data sebenarnya, mulai tahun 2001 sampai dengan 2010. Hasil peramalan kebutuhan energi Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan akhit tahun studi (2020) tidaklah jauh berbeda dengan hasil RUKD Provinsi Kalimantan Timur. Hasil ramalan untuk beban puncak dengan JST diperkirakan sebesar 935,55 MW sedangkan hasil RUKD sebesar 865 MW (perbedaan sekitar 7,54%). Energi terjual pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 6.712.820 MWh sedangkan hasil RUKD 4.421.000 MWh (perbedaan sekitar 34,14%). Jumlah  pelanggan  listrik  pada  tahun  2020  diperkirakan  sebanyak  1.016.326  pelanggan, sedangkan  hasil RUKD  sebanyak  1.061.508  pelanggan  (perbedaan  sekitar  4,25%).  Daya tersambung pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 2.005,67 MVA sedangkan hasil RUKD sebesar 1941,73 MVA (perbedaan sekitar 3,18%).

Kata kunci : Energi listrik, jaringan, pelanggan, peramalan,  syaraf tiruan.

 

 
Written by Nasikin Sani
TERBITAN JURNAL» Category: VOL. 11 Nomor 2, DESEMBER 2011
Published on 07 March 2012 Hits: 3106
Print

Mardhiyah Nadir

Dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda

Jl. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Pemakaian bahan bakar fosil yang tinggi bisa berakibat terjadinya krisis bahan bakar. Untuk itu perlu dikembangkan sumber energi alternatif guna menunjang laju pemakaian bahan bakar fosil. Sumber energi tersebut adalah biomassa dari limbah pertanian berupa bahan-bahan yang bisa diperbaharui. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan  biomassa  yang  berupa  cangkang  kemiri  dan  sabut  kelapa  untuk pembuatan biobriket, membandingkan kualitas antara biobriket hasil percobaan dengan standar kualitas biobriket dan menentukan komposisi optimum biobriket dari campuran sabut kelapa dan cangkang kemiri. Penelitian ini terdiri dari tahap persiapan dan tahap pembuatan biobriket yang meliputi karbonisasi, pengecilan ukuran, pencampuran dan pencetakan biobriket. Tahap karbonisasi dilakukan dengan waktu karbonisasi selama1 jam dan laju alir udara 4,5 m/s. Komposi massa arang cangkang kemiri dengan arang sabut kelapa (% m/m) divariasi  yaitu  90:10, 80:20, 70:30, 60:40, dan 50:50 dengan berat total campuran yaitu 100 gram. Analisis yang digunakan pada biobriketini adalah analisis proximate berupa kadar air, kadar abu, total karbon, zat terbang dan nilai kalor. Hasil analisis dibandingkan dengan standar untuk pembuatan biobriket yaitu SNI dari BSN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perbandingan berat antara arang cangkang kemiri dengan arang sabut kelapa yang memberikan nilai kalor tertinggi yaitu pada perbandingan 90:10 sebesar 6411 kal/gram dengan kadar air 8,34%, kadar abu 10,80%, zat terbang 33,35% dan total karbon 55,85%. Nilai kalor untuk semua komposisi  di atas standar SNI.

Kata kunci : Biobriket, biomassa , cangkang kemiri,  sabut kelapa.

DOWNLOAD

 

Page 1 of 2

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.