CONTRIBUTION OF RAIN FALL FOR THE NEEDS OF CLEAN WATER IN SMALL ISLANDS USING RAIN-WATER-HARVESTING TECHNOLOGY IN INDIVIDUAL SCALE

Imam Suprayogi

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Riau

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Suwondo

Jurusan Biologi, Universitas Riau

 

Joleha

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Riau

Jacky Asmura

Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Riau


INTISARI

Tujuan utama penelitian adalah melakukan kajian sumbangan curah hujan untuk kebutuhan air bersih di Pulau-Pulau Kecil menggunakan penerapan teknologi pemanenan air hujan skala individu for di Desa Concong Tengah Kecamatan Concong Dalam Kabupaten Indragiri Hilir dan Desa Merbau Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah Model Behaviour dengan mensimulasikan suatu algoritma dari sistem  operasi volume yang ada dalam tampungan berdasarkan konsep mass balance berdasarkan selang waktu tertentu menggunakan pendekataan Program Bantu Rain Cycle 2 dengan data input model terdiri dari luas efektif atap rumah tangga (m2), jumlah hujan harian dalam satu tahun (mm/tahun), koefisien pengaliran dari atap dan data kebutuhan air berdasarkan jumlah anggota keluarga (m3/hari). Data curah hujan yang dipergunakan untuk penelitian bersumber dari Bagian Hidrologi BWS III Sumatera dengan lokasi stasiun pencatat curah hujan Tembilahan dan Kandis tahun 2010 sampai 2014. Pada penelitian ini dilakukan simulasi model di wilayah penelitian untuk berbagai variasi data curah hujan untuk dengan menggunakan sampel luas atap 70 m2 serta jumlah penghuni rumah sebanyak 5 orang. Hasil simulasi membuktikan bahwa curah hujan merupakan parameter yang sangat sensitip terhadap pemenuhan hidrologi kuantitatif guna pemenuhan kebutuhan air bersih di pulau kecil.

Kata kunci: pemanenan air hujan, simulasi, model behaviour, air bersih, daerahrawa

ABSTRACT

 

17

The main purpose of this research is to conduct contribution of rain fall for the needs of clean water in small islands using rain water harvesting technology in individual scale in Concong Tengah village, Concong Dalam District, Indragiri Hilir Regency and Merbau village, Merbau District, Kepulauan Meranti Regency,  Riau Province. The method of this research  is a model of behavior approachby simulating an algorithm of the operating system that exists in the storage volume based on the concept of mass balance  with intervals time using Rain Cycle 2  Program. Entering data consisting of the effective area for the roof household (m2), daily rainfall amount in one year (mm/year), the coefficient of drainage from the roof and the data needs of water based on the number of family members (m3/day). The Rainfall data used for the study came from the Hidrological Section of BWS III Sumatera with the location of rainfall recording station in Tembilahan from 2010 to 2014. This study using the different variations of rainfall data for a roof area is 70 m2 and the number of occupants of the house is 5 people. The simulation results prove that the rainfall is a parameter that is highly sensitive to the fullfilment of quantitative hydrology in order to meet the needs of clean water on a small island.

Keywords : rain water harvesting, behavior modeling, clean water, marsh areas

 

ARRANGEMENT OF BEJI KALER WATER SPRINGS WITH SUSTAINABLE OF TRADITIONAL BALINESE ARCHITECTURE CONCEPT

I Gst. Lanang M Parwita

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

I Wayan Arya

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

I Gede Sastra Wibawa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

Made Sudiarsa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali


INTISARI

Keberadaan mata air bagi masyarakat Hindu di Bali mempunyai makna yang sangat penting disamping sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari juga mempunyai makna yang sangat penting yaitu sebagai air suci (tirta) dalam kegiatan upacara keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pola penataan  mata air Beji Kaler  sesuai corak masyarakat Desa Ababi dengan mengaplikasikan bangunan berlandaskan konsep arsitektur tradisional Bali yang berkelanjutan.

Metode yang dilakukan dalam  penelitian ini dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta tokoh dan masyarakat setempat serta kajian literatur. Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan desain penataan  bangunan dengan filosofi desain arsitektur tradisional Bali yang sudah ada di masyarakat serta dengan pemakaian bahan-bahan yang ada di sekitar wilayah mata air tersebut.  Pola penataan dengan mengadopsi nilai-nilai yang sudah tertanam di masyarakat serta dengan pemakaian material bangunan yang ada di sekitar lokasi menjadikan pola penataan yang dilakukan menyatu dengan semua unsur baik lingkungan, masyarakat serta pola tradsis yang sudah berkembang di wilayah setempat.

Pola penataan yang dibutuhkan dalam penataan mata air Beji Kaler adalah pembuatan Tembok keliling (Penyengker), Bangunan Piasan dan Candi Bentar dengan material batu padas hitam Besakih.

Kata kunci: Mata air Beji Kaler, Arsitektur tradisional berkelanjutan

ABSTRACT

 

7

The existence of springs for the Hindu community in Bali has a very important significance as well as a source of water for daily use also has a very important significance as holy water (Tirta) in the activities of religious ceremonies. The purpose of this study is to formulate the arrangement of Beji Kaler spring water by applying traditional Balinese architecture based on the concept of sustainability.

 

52

The method used in this study by direct observation to the field, coordinating with relevant agencies as well as the leaders and the local community as well as the review of the literature. From studies carried out showed that societies need design the arrangement of buildings with traditional Balinese architecture design philosophy that already exist in the community as well as with the use of materials in the area around the spring. The pattern of the arrangement by adopting values that are embedded in the community and with the use of building materials that exist around the site which make the good arrangement patterns with all elements of the environment, society and traditional pattern that has developed in the local area.

The arrangements which are needed in the arrangement of springs Beji Kaler is the building of roving Wall (Penyengker), Building Piasan and Bentar temple with black rocks Besakih material.


Keywords : Beji Kaler spring water, sustainable traditional Architecture

 


INTISARI

Salah satu aspek penting dari segi kekuatan konstruksi kayu terdapat pada lokasi sambungannya, yang mana titik-titik tersebut berpotensi gagal secara konstruksi karena merupakan titik terlemah konstruksi, oleh karena itu perlu diperhitungkan dengan teliti dan cermat serta pemilihan jenis alat sambung yang sesuai. Pada dasarnya secara teoritis, alat sambung kayu yang paling efisen adalah jenis alat sambung perekat, namun sambungan perekatan sulit diaplikasikan dalam konstruksi karena secara teknis sulit untuk memberikan tekanan pada garis perekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan tiga jenis kayu olahan (Kempas, Keruing, dan Meranti) dengan sambungan perekat Epoxy dan baut. Peralatan terdiri dari mesin bor kayu; alat pengencang baut, universal testing machine. Kayu diolah menjadi balok-balok ukuran 30 x 120 mm panjang 400 mm, dan 60 x 120 mm panjang 400 mm, benda uji disusun sejajar serat, luas bidang geser sambungan dibuat 120 x 210 mm2, jarak antar baut dibuat setiap 70 mm, baut dipasang masing-masing benda uji sebanyak empat buah baut. Benda uji dibuat masing-masing tiga ulangan, terdiri dari  3 ulangan benda uji x 3 jenis kayu x 2 model sambungan (baut, dan kombinasi baut-perekat). Untuk sambungan kombinasi dilakukan dengan cara pelaburan perekat terlebih dahulu, kemudian dipasang baut  yang sudah dipasang ring pada kedua sisi luarnya, serta dikencangkan dengan alat pengencang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan-geser sambungan sangat tergantung dari jenis kayu, kayu Meranti dan kayu Keruing memperlihatkan kinerja perekatan yang baik sehingga cocok untuk sambungan kombinasi baut-lem.

Kata kunci:Sambungan kombinasi,  baut, perekat Epoxy

ABSTRACT

 

1

46

One important aspect of the strength of the wood construction is joint locations, which locations is the weakest point of construction that have the potential to fail , therefore, need to be considered carefully, and the equipment selectionaccordingly. Basically, the most efisen wood joint connection is glue, but the connection gluing difficult to apply in construction because it is technically difficult to put pressure on the line gluing. This study aimed to test the strength of the connection of three types of wood (Kempas, Keruing, and Meranti) with Epoxy glue and bolt connection. The equipment consists of wood drilling machine; bolt fixings, universal testing machine. Wood is processed into blocks of size 30 x 120 mm length 400 mm, and 60 x 120 mm length 400 mm, test objects are arranged parallel to the fiber, wide field of sliding connections are made of 120 x 210 mm2, the distance between the bolt is madeevery 70 mm, bolt mounted each specimen as many as four bolts. The test object is made of each of three replications, consisting of 3 x 3 replications specimen timber type x 2 model of connection (bolt, and the combination of bolt-adhesive). For connections done by a combination of glue resurfacing first, then install the bolts have been installed ring on outer both sides, and fastened with fixings. The test results showed that the compressive strength of shear connection depends on the type of wood, for Keruing and Meranti wood showed good connection performance making it suitable for connection bolt-glue combination.

Keywords : Connection combinations, bolts, Epoxy adhesive

 

Page 6 of 91

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

INFO TERBITAN (ACAK)

Pengantar Redaksi MEDIA PERSPEKTIF VOL. 10 Nomor 1, JUNI 2010


Jurnal Teknologi
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya Jurnal Media Perspektif Politeknik Negeri Samarinda Volume 10 nomor 1, Juni 2010 dapat diterbitkan. Media Perspektif Polnes memuat hasil-hasil penelitian bidang Teknologi dan karya ilmiah non penelitian yang bermutu. Media Perspektif diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.

Pengunjung Aktif

We have 26 guests and no members online

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.