Merpatih

(Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Samarinda)

merpatih This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Tujuan setiap perusahaan. adalah memperoleh profit yang tinggi. Untuk memperoleh profit yang tinggi maka perusahaan harus bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran dan melakukan efisiensi  termasuk  menekan  pemborosan  (waste)  yang  ada.  PT.  X  merupakan  salah  satu perusahaan manufaktur job shop yang bergerak dalam pembuatan tanki aquarium dengan ukuran produk yang bervariasi. Agar bisa tetap bertahan dalam bidang bisnis ini dan dapat dipercaya oleh konsumen maka perusahaan  perlu memperbaiki pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Faktor yang menjadi perhatian perusahaan yang harus diperbaiki saat ini adalah ketidak tepatan waktu pengiriman produk ke konsumen, hal ini disebabkan karena banyaknya pemborosan (waste). Penelitian ini menggunakan konsep lean thinking untuk  mengeliminasi segala bentuk aktivitas  yang  tidak  memberikan  nilai  tambah  (non  value  added).   Pembuatan Big  Picture Mapping sebagai langkah awal dilakukan untuk memberikan gambaran terhadap value stream dari  proses pemenuhan  order  perusahaan.  Kemudian  dilakukan  waste  workshop  untuk mengidentifikasikan jenis waste yang sering terjadi dengan pemberian skor pada tiap jenis waste. Tools yang digunakan untuk menganalisa waste tersebut adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), diagram Pareto dan root cause analysis. Improvement yang direkomendasikan dengan menggunakan pendekatan streamlining adalah Value-Added Assessment (VAA).

Kata kunci :  business process management, failure modes and effect analysis, lean thinking, root cause analysis, supply chain management

Read more: PENDEKATAN KONSEP LEAN THINKING DAN FMEA UNTUK MENGANALISIS ORDER FULFILLMENT PROCESS STUDI...
 

Irmawati  Syahrir

(Staf Pengajar Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda)

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Asam oleat merupakan salah satu komponen terbesar dari minyak sawit yang memiliki  rantai 18 atom karbon yang panjang C sehingga memungkinkan untuk direngkah menjadi molekul hidrokarbon dengan rantai karbon yang lebih pendek yang  diharapkan mempunyai kesamaan dengan rantai hidrokarbon setaraf fraksi kerosín.  Penelitian dilakukan dalam dua tahapan yaitu sintesa katalis dan proses perengkahan yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperature dan laju alir umpan pada perengkahan katalitik asam oleat menjadi kerosin. Katalis HZSM-5 hasil sintesa menggunakan metode Plank berhasil dilakukan dengan memperlihatkan pola garis difraksi mirip dengan pola garis difraksi dari zeolit HZSM-5 standar yaitu puncak HZSM-5 diamati pada nilai 2q antara 7-90 dan antara 22-250 yang merupakan puncak yang spesifik dari zeolit HZSM-5 standar, sehingga dapat digunakan pada proses perengkahan katalitik asam oleat menjadi kerosin,   Proses perengkahan katalitik asam oleat basis minyak sawit untuk memproduksi kerosín dilakukan dalam suatu reaktor fixed bed dengan tekanan atmosfir, dan temperatur reaksi 370, 400, 450 dan 500 oC selama waktu 75 menit. Asam oleat  dipanaskan 2 sampai suhu 360°C dalam tangki umpan dan dialiri gas N sebagai gas pembawa dengan laju 2 alir 90, 120, 150 dan 180 ml/menit. Uap asam oleat dan gas N akan mengalir kedalam reaktor unggun  tetap  yang  dilapisi  dengan  elemen  pemanas  dan  berisi  katalis  ±  1  gram..  Hasil perengkahan dianalisa dengan metode gas kromatografi . Hasil perengkahan  diperoleh  fraksi 2 kerosín dengan yield sebesar 21.1873 % pada suhu reaktor 4000C, laju gas N 185.33 ml/menit. Proses perengkahan asam oleat basis minyak sawit dengan katalis HZSM-5 mengarah pada 14 H. 30 pembentukan hidrokarbon C

Kata kunci:  Asam oleat, kerosene , proses perengkahan,  zeolit HZSM-5

Read more: PROSES PERENGKAHAN KATALITIK ASAM OLEAT BASIS MINYAK SAWIT UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR KEROSENE
 

Ibayasid

(Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda)

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Dalam rangka mempercepat proses pembangunan di Kalimantan Timur, perhatian pemerintah terhadap infrastruktur sangat tinggi, salah satunya adalah infrastruktur jalan. Hal ini dapat dilihat pada tiga program pokok pembangunan pemerintah provinsi Kalimanatan Timur, yaitu peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur dan pertanian dalam arti luas. Salah satu langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan perkerasan jalan adalah pemilihan bahan yang sesuai dengan kriteria : bahan mudah didapat, dana yang tersedia cukup, ketersediaan peralatan dan SDM yang ada, serta sesuai dengan fungsi jalannya sendiri. Selama ini penggunaan bahan hanya berdasarkan kebiasaan saja, misalnya untuk Lapisan Pondasi Atas (LPA) selalu digunakan Agregat A, untuk Lapisan Pondasi Bawah (LPB) selalu menggunakan agregat B. Sebenarnya untuk bahan ini bisa disesuaikan dengan bahan yang ada di lokasi, misalnya LPB   dengan menggunakan Sirtu. Penelitian ini akan mencoba menghitung ketebalan masing-masing lapisan perkerasan dengan  menggunakan  Metode Binamarga, untuk mengetahui berapa perbedaan ketebalan  antar LPB menggunakan agregat B dengan LPB menggunakan Sirtu. Selain itu juga akan dihitung berapa perbedaan biayanya. Setelah dilakukan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan metode Analisa Komponen Binamarga perkerasan  alternatif I ketemu ketebalan lapisan permukaan Laston 7,5 cm, pondasi atas Agregat A   20 cm dan pondasi bawah agregat B 21 cm. Untuk  altenatif II dengan mengganti Agregat B dengan Sirtu yang mempunyai CBR 50%  didapatkan tebal lapisan Sirtu 23 cm. Dari perhitungan terlihat bahwa ketebalan lapisan pondasi bawah dengan bahan Agregat B dan Sirtu perbedaaannya tidak terlalau jauh. Dan setelah dihitung anggaran biayanya, alternatif I diperlukan biaya sebesar Rp 16.171.767.000,-  dan alternatif  II diperlukan biaya Rp 15.308.953.000,-  dari sini dapat diartikan bahwa dengan menggunakan Sirtu sebagai lapisan pondasi bawah, bisa menghemat biaya  sebesar  Rp  862.814.000,-  atau  5,33  %.  Hal  ini akan  lebih  menguntungkan  apabila dilaksanakan pada daerah-daerah yang disekitarnya mempunyai lokasi penambangan Sirtu.

Kata Kunci : Perkerasan Lentur, Agregat B, Sirtu

Read more: EFISIENSI ANGGARAN BIAYA PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGANTI PONDASI AGREGAT B DENGAN SIRTU
 

Page 88 of 91

<< Start < Prev 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 Next > End >>

INFO TERBITAN (ACAK)

Pengantar Redaksi MEDIA PERSPEKTIF VOL. 11 Nomor 1, JUNI 2011

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-Nya Jurnal Media Perspektif Politeknik  Negeri  Samarinda  Volume  11  nomor  1,  Juni  2011  dapat  diterbitkan.  Media Perspektif Polnes memuat hasil-hasil penelitian bidang Teknologi dan Karya Ilmiah non penelitian yang bermutu. Media Perspektif diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.

Pengunjung Aktif

We have 30 guests and no members online

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.