Ainur Rofiq Nansur

Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Perkembangan yang pesat pada sistem tenaga listrik baik dalam ukuran dan kompleksitasnya  membutuhkan  rele  proteksi  yang  handal  untuk  memproteksi peralatan-peralatan listrik akibat gangguan. Over Current Relay (OCR) bekerja dengan membaca input berupa besaran arus kemudian membandingankan dengan nilai setting, apabila nilai arus yang terbaca oleh rele melebihi nilai setting, maka rele akan mengirim perintah trip (lepas) kepada Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) setelah tunda waktu yang diterapkan pada setting. OCR dengan karakteristik inverse sangat bermanfaat untuk mengamankan overload / beban lebih, karena bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus secara terbalik (inverse time), makin besar arus makin kecil waktu tundanya. Berdasarkan standar IEC ada 4 jenis inverse, yaitu:  standard inverse (SI),  very inverse (VI),  extreme  inverse  (EI),  long  time inverse (LTI), yang dapat dipilih sesuai dengan beban yang ingi n diamankan dari gangguan. Kombinasi antara neural network kedalam sistem logika fuzzy memungkinkan untuk melakukan pembelajaran dari sekumpulan data input – output sebelumnya yang telah didapatkan. Oleh karena itu, sebuah pendekatan berdasarkan logika fuzzy dan neural network dinamakan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan untuk mengembangkan pemodelan OCR pada proyek akhir ini, untuk mendapatkan kurva karakteristik inverse OCR sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kata kunci :Over Current Relay, karakteristik inverse, ANFIS, Circuit Breaker

DOWNLOAD

 

Gigih Prabowo, Era Purwanto, Endro Wahjono

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, ITS

e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Abstrak

Pada pengontrolan putaran motor induksi untuk motor yang digunakan di industri menemui beberapa kendala diantaranya motor pada kondisi start dan kondisi beban berubah selama proses industri.Pada tulisan ini akan diberikan suatu cara pengaturan putaran motor induksi tanpa sensor melalui metode direct torque control (DTC) dengan menggunakan kontrol hybrid yaitu Proporsional Integral (PI) dan Variable Structure Control (VSC). Melalui kontrol hybrid dapat dibandingkan kondisi motor induksi tiga fasa pada saat over shoot, settling time dan osilasi. Estimasi   putaran rotor motor dilakukan melalui pengukuran tegangan dan arus terminal pada stator dan digunakan sebagai umpan balik yang akan dibandingkan dengan putaran acuan sebagai masukan sistem kotrol sehingga dicapai putaran yang dikehendaki. VSC yang digunakan adalah sliding mode control (SMC) hal ini digunakan untuk mendapatkan performansi yang tinggi pada pengaturan putaran motor induksi, pada kondisi start,  putaran berubah dan beban turun. Melalui simulasi Mathlab pada motor induksi dan sistim kontrol yang digunakan untuk kondisi start dan beban berubah.

Kata kunci:   Direct torque control, proporsional integral, variable structure control, sliding mode control.

 

Priyo Suroso

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda

Abstrak

Bahan alam yang berkualitas untuk lapis pondasi di Samarinda dan sekitarnya harus didatangkan dari luar. Kebutuhan yang makin meningkat dan makin terbatasnya persediaan,  khususnya  bagi  Kota  Samarinda  maka  bahan  lokal  (tanah)  yang distabilisasi dengan semen (Soil-cement) dapat menjadi solusi untuk pengganti bahan alam  yang  didatangkan  dari  luar.  Untuk  mendapatkan  hasil  yang  baik  dan  dalam pelaksanaan soil cement  perlu adanya usaha untuk mengurangi jumlah semen agar biaya dapat dikurangi, maka lapisan soil cement perlu ditambah suatu bahan yang dapat memberikan tambahan kekuatan daya dukungnya. Penelitian ini akan diterapkan pemakaian bahan tambah untuk soil cement yaitu renolith. Pengujian dilakukan di Laboratorium  Mekanika  Tanah  Jurusan  Teknik  Sipil  Politeknik  Negeri  Samarinda. Material  tanah  diambil  dari  daerah  Rapak  Dalam  Samarinda.  Cara  pengujian pemadatan dengan modified compaction test sebagai dasar uji CBR  laboratorium. Urutan pengujian dilakukan dalam 3 tahap yaitu : tahap pertama pencampuran tanah dengan semen (6%; 8% dan 10%), kemudian tahap kedua pengujian pada prosentase semen optimum + renolith 5% dan tahap ketiga dilakukan pengurangan jumlah semen 1% pada soil cement dengan renolith tetap 5%. Klasifikasi tanah yang diuji dengan sistem AASHTO masuk kedalam golongan tanah A-4 dengan butiran tanah yang lolos >35%. CBR rendaman diperoleh nilai CBR yang lebih tinggi pada penambahan renolith 5%. Nilai CBR 120% yang disyaratkan mampu dicapai untuk campuran soil cement 9%, sedangkan setelah penambahan renolith 5% terhadap campuran soil cement maka CBR yang disyaratkan mampu dicapai pada semen 8% dengan nilai CBR 138%. Nilai kuat tekan bebas mengalami kenaikan dan nilai swelling (pengembangan) serta nilai penurunan  konsolidasi  tanah  tersebut  mengalami.  Penurunan  akibat  adanya penambahan renolith pada campuran soil cement.

Kata kunci : Soil Cement, Renolith, CBR, kuat tekan bebas, konsolidasi.

DOWNLOAD

 

Page 88 of 93

<< Start < Prev 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 Next > End >>

INFO TERBITAN (ACAK)

Pengantar Redaksi MEDIA PERSPEKTIF VOL. 11 Nomor 1, JUNI 2011

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas Rahmat dan Karunia-Nya Jurnal Media Perspektif Politeknik  Negeri  Samarinda  Volume  11  nomor  1,  Juni  2011  dapat  diterbitkan.  Media Perspektif Polnes memuat hasil-hasil penelitian bidang Teknologi dan Karya Ilmiah non penelitian yang bermutu. Media Perspektif diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.

Pengunjung Aktif

We have 49 guests and no members online

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.