Dwi Cahyadi1

1Staf PengajarJurusanDesain, PoliteknikNegeriSamarinda

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Suparno2

2Staf PengajarJurusanTeknikMesin, PoliteknikNegeriSamarinda

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Abstrak

Lempok durian adalahmakanan sejenisdodoldenganbahanutamadaribuah durian yang merupakanmakananolahantradisionalandalanmasyarakatkotaSamarinda. Pembuatanlempokinidilakukansecaraturuntemurunolehmasyarakatdenganteknologisederhana.Dari observasi di areal kerja, proses produksi  lempok masih kurang dari standar ergonomi dilihat dari sudut lingkungan fisik kerja seperti tingkat pencahayaan dan tingkat kebisingannyaserta layout ruangnya. Permasalahan lainnya adalah belumadanyastandarwaktubakubagiseorangpekerjauntukmemproduksilempok durian. Penelitianiniditujukanuntukmerancang areal kerja yang ergonomisdenganmengukur tingkat kebisingan, intensitas pencahayaan dan merancang layout ruangan yang ergonomisserta mengukurwaktubakudalam proses produksi pembuatanlempok durian. Metode yang digunakan adalah analisis lingkungan fisk kerja, analisis layout ruangan dan pengukuran serta perhitungan waktu baku. Dari hasil penelitian diperoleh hasil tingkat pencahayaan 90 – 110 lux dan tingkat kebisingan 55 – 66 db serta usulan perubahan layout ruangan. Sedangkan untuk waktu baku dari hasil pengukuran dan perhitungan adalah 62 menit.

Kata kunci : lempok, layout, pencahayaan, kebisingan, waktu baku.

 

MafazahNoviana1

1StafPengajarJurusanDesain, ProdiArsitektur,PoliteknikNegeriSamarinda

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

ZakiahHidayati2

2StafPengajarJurusanDesain, ProdiArsitektur,PoliteknikNegeriSamarinda

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Abstrak

Menciptakan lingkungan termal yang nyaman bagi manusia yang berada di dalamnya merupakan hal yang penting, karena dapat mempengaruhi sikap dan kinerja dari individu bahkan keselaman individu tersebut. Oleh karena itu studi terhadap kenyamanan termal dengan objek ruang perkuliahan dan penggunanya ini sangat penting dilakukan, untuk mengetahui tingkat kenyamanan sebagian besar pengguna dalam hal ini mahasiswa yang berada dalam ruangan, sehingga dapat diperoleh rekomendasi perbaikan ruang perkuliahan yang nyaman dalam mendukung proses belajar yang lebih baik.Program Studi Arsitektur merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda. Sejak tahun 2014 Program Studi Arsitektur telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung sendiri, yang terdiri dari 3 lantai. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek sesuai dengan kenyataan melalui pengamatan (observasi). Metode kuantitatif yang digunakan berupa pendekatan dengan menggunakan alat ukur dan mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam grafik untuk mengetahui kenyamanan termal ruang. Lokasi penelitian yaitu 6 ruang perkuliahan di Gedung Arsitektur POLNES.Hasil yang diperolehmenunjukkanbahwakondisitermal di beberaparuangkuliahbelummemenuhistandarkenyamanansehinggaperludilakukanupayapengkondisianudara.

Kata kunci: kenyamana, termal, ruang

 

Etwin Fibrianie Soeprapto

Staf Pengajar Jurusan Desain, Program Studi Desain Produk

Politeknik Negeri Samarinda

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Abstrak

Desaintasperlengkapaninstrukturjilbabuntukkomunitas hijab modern (Yuliana Sary, 2015) dengankonsep modern yang mengutamakanfungsi,nilaiestetikadanmeningkatkanhargajual. Jadi, desaintasinidibuatsesuaikonsep yang mampumengakomodasisemuakeperluanperlengkapan yang tentunyaaman, nyamandigunakandanmudahdibawaolehinstrukturjilbabsaatinstrukturmemulaikegiatanbersamakomunitas hijab modern. Namun pada penggunaannya, tas perlengkapan instruktur jilbab tersebut masih terdapat kekurangan yakni pada keergonomisan pada saat membawa tas. Melalui analisis ergonomi terhadap tas, maka direkomendasikan suatu redesain tas untuk meminimalisir nyeri ketika membawa tas. Redesain tas meliputi penambahan pegangan tarikan tas dengan dimensi tinggi 60 cm dan lebar 8 cm, dan kaki tas setinggi 3 cm.

Kata kunci : redesain, tas instruktur jilbab, ergonomi

 

Page 10 of 91

<< Start < Prev 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Next > End >>

INFO TERBITAN (ACAK)

Pengantar Redaksi MEDIA PERSPEKTIF VOL. 10 Nomor 2, DESEMBER 2010

 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya Jurnal Media Perspektif Politeknik Negeri Samarinda Volume 10 nomor 2, Desember 2010 dapat diterbitkan. Media Perspektif Polnes memuat hasil-hasil penelitian bidang Teknologi dan karya ilmiah non penelitian yang bermutu. Media Perspektif diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.

Pengunjung Aktif

We have 42 guests and no members online

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.