ARRANGEMENT OF BEJI KALER WATER SPRINGS WITH SUSTAINABLE OF TRADITIONAL BALINESE ARCHITECTURE CONCEPT

I Gst. Lanang M Parwita

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

I Wayan Arya

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

I Gede Sastra Wibawa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali

Made Sudiarsa

Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bali


INTISARI

Keberadaan mata air bagi masyarakat Hindu di Bali mempunyai makna yang sangat penting disamping sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari juga mempunyai makna yang sangat penting yaitu sebagai air suci (tirta) dalam kegiatan upacara keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pola penataan  mata air Beji Kaler  sesuai corak masyarakat Desa Ababi dengan mengaplikasikan bangunan berlandaskan konsep arsitektur tradisional Bali yang berkelanjutan.

Metode yang dilakukan dalam  penelitian ini dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta tokoh dan masyarakat setempat serta kajian literatur. Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan desain penataan  bangunan dengan filosofi desain arsitektur tradisional Bali yang sudah ada di masyarakat serta dengan pemakaian bahan-bahan yang ada di sekitar wilayah mata air tersebut.  Pola penataan dengan mengadopsi nilai-nilai yang sudah tertanam di masyarakat serta dengan pemakaian material bangunan yang ada di sekitar lokasi menjadikan pola penataan yang dilakukan menyatu dengan semua unsur baik lingkungan, masyarakat serta pola tradsis yang sudah berkembang di wilayah setempat.

Pola penataan yang dibutuhkan dalam penataan mata air Beji Kaler adalah pembuatan Tembok keliling (Penyengker), Bangunan Piasan dan Candi Bentar dengan material batu padas hitam Besakih.

Kata kunci: Mata air Beji Kaler, Arsitektur tradisional berkelanjutan

ABSTRACT

 

7

The existence of springs for the Hindu community in Bali has a very important significance as well as a source of water for daily use also has a very important significance as holy water (Tirta) in the activities of religious ceremonies. The purpose of this study is to formulate the arrangement of Beji Kaler spring water by applying traditional Balinese architecture based on the concept of sustainability.

 

52

The method used in this study by direct observation to the field, coordinating with relevant agencies as well as the leaders and the local community as well as the review of the literature. From studies carried out showed that societies need design the arrangement of buildings with traditional Balinese architecture design philosophy that already exist in the community as well as with the use of materials in the area around the spring. The pattern of the arrangement by adopting values that are embedded in the community and with the use of building materials that exist around the site which make the good arrangement patterns with all elements of the environment, society and traditional pattern that has developed in the local area.

The arrangements which are needed in the arrangement of springs Beji Kaler is the building of roving Wall (Penyengker), Building Piasan and Bentar temple with black rocks Besakih material.


Keywords : Beji Kaler spring water, sustainable traditional Architecture

 


INTISARI

Salah satu aspek penting dari segi kekuatan konstruksi kayu terdapat pada lokasi sambungannya, yang mana titik-titik tersebut berpotensi gagal secara konstruksi karena merupakan titik terlemah konstruksi, oleh karena itu perlu diperhitungkan dengan teliti dan cermat serta pemilihan jenis alat sambung yang sesuai. Pada dasarnya secara teoritis, alat sambung kayu yang paling efisen adalah jenis alat sambung perekat, namun sambungan perekatan sulit diaplikasikan dalam konstruksi karena secara teknis sulit untuk memberikan tekanan pada garis perekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan tiga jenis kayu olahan (Kempas, Keruing, dan Meranti) dengan sambungan perekat Epoxy dan baut. Peralatan terdiri dari mesin bor kayu; alat pengencang baut, universal testing machine. Kayu diolah menjadi balok-balok ukuran 30 x 120 mm panjang 400 mm, dan 60 x 120 mm panjang 400 mm, benda uji disusun sejajar serat, luas bidang geser sambungan dibuat 120 x 210 mm2, jarak antar baut dibuat setiap 70 mm, baut dipasang masing-masing benda uji sebanyak empat buah baut. Benda uji dibuat masing-masing tiga ulangan, terdiri dari  3 ulangan benda uji x 3 jenis kayu x 2 model sambungan (baut, dan kombinasi baut-perekat). Untuk sambungan kombinasi dilakukan dengan cara pelaburan perekat terlebih dahulu, kemudian dipasang baut  yang sudah dipasang ring pada kedua sisi luarnya, serta dikencangkan dengan alat pengencang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan-geser sambungan sangat tergantung dari jenis kayu, kayu Meranti dan kayu Keruing memperlihatkan kinerja perekatan yang baik sehingga cocok untuk sambungan kombinasi baut-lem.

Kata kunci:Sambungan kombinasi,  baut, perekat Epoxy

ABSTRACT

 

1

46

One important aspect of the strength of the wood construction is joint locations, which locations is the weakest point of construction that have the potential to fail , therefore, need to be considered carefully, and the equipment selectionaccordingly. Basically, the most efisen wood joint connection is glue, but the connection gluing difficult to apply in construction because it is technically difficult to put pressure on the line gluing. This study aimed to test the strength of the connection of three types of wood (Kempas, Keruing, and Meranti) with Epoxy glue and bolt connection. The equipment consists of wood drilling machine; bolt fixings, universal testing machine. Wood is processed into blocks of size 30 x 120 mm length 400 mm, and 60 x 120 mm length 400 mm, test objects are arranged parallel to the fiber, wide field of sliding connections are made of 120 x 210 mm2, the distance between the bolt is madeevery 70 mm, bolt mounted each specimen as many as four bolts. The test object is made of each of three replications, consisting of 3 x 3 replications specimen timber type x 2 model of connection (bolt, and the combination of bolt-adhesive). For connections done by a combination of glue resurfacing first, then install the bolts have been installed ring on outer both sides, and fastened with fixings. The test results showed that the compressive strength of shear connection depends on the type of wood, for Keruing and Meranti wood showed good connection performance making it suitable for connection bolt-glue combination.

Keywords : Connection combinations, bolts, Epoxy adhesive

 

CALCULATION OF BUDGET PLAN COSTS AND TIMING OF WORK ON VERSATILE BUILDING IN THE STREET BUNG TOMO SAMARINDA EAST KALIMANTAN

Cahyaning Permata Dewi

Mahasiswa, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Anton Esfianto

Staff Pengajar, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Salma Alwi

Staff Pengajar, Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Samarinda

salmaalwi@yahoo.com

INTISARI

Pembangunan senantiasa membawa aspirasi dan tuntutan baru bagi masyarakat untuk mewujudkan kwalitas kehidupan yang baik, salah satu bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan adalah Gedung Serbaguna. Sebelum membangun sebuah bangunan adanya Rencana Anggaran Biaya dan Manajemen suatu proyek merupakan faktor dalam berjalan proyek. Maksud dari Rencana Anggaran Biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang dimiliki pada saat itu yang bertujuan untuk memberikan perkiraan yang paling baik mengenai biaya akhir dari suatu proyek. Untuk pembuatan RAB memerlukan beberapa data yang diantaranya Standart Nasional Indonesia (SNI), Harga Satuan Pokok, dan Gambar. Untuk waktu pelaksanaan bisa didapat dari pengalaman dalam proyek. Pada pembuatan RAB awal dihitung adalah volume pekerjaan dan analisa suatu pekerjaan yang dapat menghasilkan biaya keseluruhan dengan mengalikannya hingga mencapai hasil akhir senilai 54.581.363.263,53 (Lima puluh empat milyar lima ratus delapan puluh satu juta tiga ratus enam puluh tiga ribu dua ratus enam puluh tiga rupiah) dan dalam perencanaan waktu pelaksanaan didapat waktu yang diperlukan dalam proyek ini 880 hari atau 116bulan.

Kata kunci: Rencana anggaran biaya, manajemen, pembangunan, gedung

ABSTRACT

 

57

Development always brings new aspirations and demands for the community to achieve a good quality of life, one that can meet the needs of the building is the Multipurpose Building. Before constructing a building their Budget Plan and Management of the project was a factor in running the project. The purpose of the Budget Plan is the art of estimating the total possible costs required for an activity that is based on the information held at the time it aimed to provide best estimates of the final cost of a project. For the manufacture of RAB requires some data which include the Indonesian National Standard (SNI), the Basic Unit Price, and Fig. For the execution time can be gained from the experience in the project. In making the initial RAB is calculated is the volume of work and the analysis of a work that can result in overall cost by multiplying until it reaches the end result worth 54,581,363,263.53 (fifty four billion five hundred and eighty-one million three hundred sixty three thousand two hundred and sixty three rupiah) and in planning the implementation time to come by the time required in the project 880 days or 116 months.

Keyword: budget plan, management, development, building

 

 

Page 3 of 88

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

INFO TERBITAN (ACAK)

Pengantar Redaksi MEDIA PERSPEKTIF VOL. 10 Nomor 1, JUNI 2010


Jurnal Teknologi
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya Jurnal Media Perspektif Politeknik Negeri Samarinda Volume 10 nomor 1, Juni 2010 dapat diterbitkan. Media Perspektif Polnes memuat hasil-hasil penelitian bidang Teknologi dan karya ilmiah non penelitian yang bermutu. Media Perspektif diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan Juni dan bulan Desember.

Pengunjung Aktif

We have 31 guests and no members online

| + - | RTL - LTR
KARYA ILMIAH administered by : SISTEM INFORMASI POLNES.